Senin, 27 Agustus 2007

Prospek Free Trade Zone Batam

Akhir-akhir, sepanjang minggu III Agustus ini, saya suka baca koran lokal Batam sambil merasakan antusiasme dan dengar perbincangan orang-orang sambil sarapan di rumah makan Padang sebelah Kantor BBI - MarkNet di Batam. Gairah baru bagi geliat bisnis di Batam nampak terasa. Semua nampak optimis akan adanya banyak kesempatan ekonomi bertumbuh di Batam. Hampir semua media lokal di Batam ( Batam Pos, Tribun Batam, dll) selalu menempatkan isyu Batam sebagai Free Trade Area / Zone menjadi headline. Saya senang membaca harian lokal tersebut. Isinya nampak bersemangat menyambut FTZ- yang peraturannya yakni PP RI NOMOR 46 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM, PP RI NOMOR 47 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BINTAN dan PPRI NOMOR 48 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS KARIMUN baru saja diteken Presiden RI, Soesilo Bambang. Bahkan harian Tribun Batam ( 27/8) menulis tentang segera akan dibangun Kawasan Ekonomi Pariwisata Terpadu (KEWT) terbesar di Asia Tenggara ( diprediksi mengalahkan Singapore ) di 3 ( tiga) wilayah pulau- yang terhubung oleh Jembatan Barelang ( Batam, Rempang dan Galang). Tentu saja, KEWT yang dirancang dengan dana investasi belasan trilyun rupiah tersebut disebut-sebut akan menarik 500.000 tenaga kerja baru. Padahal jika pengangguran di Batam saat ini hanya 20.000, pembangunan KWET tentu saja akan menjadi penarik bagi tenaga ahli dari luar Batam untuk memasuki Batam. Free Trade Zone, disamping AFTA- yang lebih dulu menjadi konsensus antar negara ASEAN- akan benar-benar dinikmati Batam dalam kerangka pengembangan bisnis berorientasi ekspor.
Jika sepintas dilihat memang FTZ dan AFTA ada kesamaan kata namun dalam prakteknya mempunyai perbedaan yang mendasar. AFTA lebih ditekankan pada upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif. Salah satu hambatan perdagangan yang akan dikurangi dalam konsep ini, adalah tarif bea masuk hingga mencapai 0 persen sampai 5 persen. Jika Indonesia tak siap, maka akan berakibat pada membanjirnya produk luar negeri yang mempunyai kualitas dan harga bersaing ini yang pada akhirnya bermuara pada terancamnya produk dalam negeri.
Konsep FTZ sendiri difokuskan pada upaya menarik investasi asing yang berorientasi ekspor. Industri seperti ini mempunyai manfaat selain menghasilkan setoran pajak (PPh), menyerap tenaga kerja dan manfaat lainnya seperti menumbuhkembangkan industri lokal (UKM) yang menjadi mitra perusahaan PMA dan tumbuhnya industri jasa pendukung. Industri lokal, didaerah FTZ, tidak akan terganggu, karena produk dari PMA didaerah FTZ adalah untuk berorientasi ekspor sehingga tidak akan menyaingi ataupun mematikan produk lokal.

Sebuah artikel yang diterbitkan Marketing Section, Batam Authority (BEI NEWS 5 th Edition Year II, March-April 2001) misalnya menulis tentang prospek Batam :

" Despite the inevitability of a global free trade environment, Indonesia has to prepare itself for this eventuality in order to remain competritive in Asia Pacific. With the rapid growth and existence of Batam to date, Indonesia has excellent prospects to compete for a piece of the regional and global trade pie. By capitalizing on the strategic location of Batam in one of the world’s busiest trade routes, the Straits of Malacca, as well as adequate infrastructures, facilities and pool of labor, Batam can serve as the export center of Indonesia. Indonesian exporters, too, can benefit from a Free Trade Zone Batam to invest in Batam, as an initial step towards marketing their products globally."

Pertanyaannya bagi kita, anggota BBI- yang notabene terdiri dari para pengusaha UKM dari Bandung atau Jawa Barat pada umumnya ? Apa yang mesti dilakukan ?

Saya hanya seorang pelaku dan bukanlah pengamat ekonomi. Sebagai pelaku, tidak banyak teori dan data akurat - selain instuisi dan pengalaman saya saja yang mengajarkan bahwa jika ada investasi akan berarti menyerap tenaga kerja. Dengan bertambahnya investasi akan terdapat pertumbuhan ekonomi. Nah, otomatis saja pertumbuhan ekonomi akan memberikan multiplier effect ( efek berganda) kepada sektor lainnya bertumbuh. Pandangan saya akan tumbuh berbagai peluang usaha yang menyangkut pelayanan pada segala kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi - yang notabene adalah pekerja antara lain perumahan, makanan, jasa angkutan, dan jasa hiburan serta rekreasi. Belum lagi peluang mengembangkan pasar ke wilayah AFTA ( Asean). Dengan tranportasi Batam ke Singapura dan Johor hanya 45 menit dan biaya Rp 75.000,- saja, bukankah itu pasar besar dengan low cost operations ?

Prospek diatas akan menarik bagi pelaku yang memiliki daya antisipatif dan berjiwa pionir. Kalau hanya jadi pengikut (follower) setelah lihat dulu orang lain, hukumnya bagi pengikut adalah tidak berhak atas maksimum margin. Nah siapa rekan2 pengusaha berbagai sektor mau berkiprah di Batam FTZ ? Ayo bergabung saja di BBI-MarkNet - Sonson Garsoni++++++++++)

Selasa, 21 Agustus 2007

Fasilitas BBI MarkNet di Batam



Gallery BBI di Batam, setelah melalui percobaan Ref Office (RO) Kadin Kota Bandung di Graha Sulaeman Nagoya, akhirnya dipindahkan ke Komp Ruko Green Land Blok i No 11 Batam Center. Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y. Hidayat mengatakan, pihaknya sengaja memindahkan Representatif Office (RO) di Batam, mengingat adanya peningkatan kegiatan usaha mereka di Batam. Sehingga untuk bisa meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan trader, mengharuskan mereka memiliki kantor yang lebih representatif. "Dari apa yang dilaporkan, dalam tiga bulan terakhir penjualan produk-produk UKM asal Bandung ke Batam, rata-rata mencapai Rp 300 juta per bulan. Dan dalam beberapa minggu terakhir, menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan," katanya.

Dengan fasilitas showroom yang mampu menampilkan sekitar 350 artikel produk di Lt 1 dan 2, fasilitas meeting room bagi 25 peserta lengkap dengan proyektor dan Komputer dan DVD Player serta mess akomodasi bagi 10 orang, BBI MarkNet siap menjalankan fungsi menjadi sarana memasarkan ( Market Places) dan membesarkan jaringan (Networking) pemasaran ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailan, Myanmar, Vietnam dan Kamboja).












Bukan hanya sarana diatas, fasilitas BBI berupa CCTV berbasis web - hingga suasana dan keaaan BBI Showroom dapat dipantau secara real time dari manapun, juga fasilitas akses internet ADSL dan phone public 2 line bagi pengunjung - yang berniat melakukan transaksi akan merupakan penunjang bagi terselenggaranya fasilitas marketing secara lengkap.

Dalam acara pembukaan secara resmi BBI MarkNet tanggal 20 Agustus 2007 tersebut, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua Kadin Batam, Kabag Ekonomi Pemkot Bandung, Kepala BPMD Kota Bandung, dan tokoh-tokoh pengusaha dari Bandung dan Batam, Wali Kota menyarankan agar BBI memiliki agenda kerja yang jelas. Sehingga bisa menjadi acuan bagi operasional kegiatan, dan lebih memungkinkan untuk mencapai tujuan bersama.++++++)


Jumat, 10 Agustus 2007

BBI MarkNet- Sarana Pemasaran dan Jaringan Pemasaran Produk



Mendekatkan produk kepada pelanggan atau konsumen adalah bagian dari strategi pemasaran ( marketing strategy) disamping promosi ( Promotions), penyiapan produk secara baik (Product) dan kebijakan harga yang kompetitif (Price Policy). Dalam kaitan itulah, Kadin Kota Bandung - yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, antaranya Kadin Kota Batam, Paguyuban Pasundan- yakni organisasi komunitas Sunda di Batam- dan bahkan dengan Pemerintah Kepulauan Riau, mencetuskan program Bandung- Batam Incorporated (selanjutnya disingkat BBI). Guna efektivitas dan profesionalisme pengelolaan BBI, telah ditunjuk PT. Paska KONSULTAN, pemilik dari sarana pemasaran MarkNet® ( Market Places & Networking ) – yakni sebagai suatu business consultant berpengalaman lebih dari 10 tahun "mengurusi" pemasaran Usaha Kecil dan Menengah Koperasi (UKMK) bahkan usaha Mikro menjadi Organizernya Program BBI dimaksud.

PROGRAM DAN LAYANAN

Program BBI akan dikemas sedemikian rupa seperti halnya suatu pameran permanen di Batam – namun dengan dukungan kegiatan pelayanan informasi dan promosi secara tertarget, berkesinambungan dan teratur.

Beberapa fasilitas bagi “peserta” atau anggota Program BBI antara lain :
- Produk anggota BBI (pada dimensi PxLxT = maksimal (50 x 50 x50 ) cm akan selalu terdisplay pada Rak Display/ Etalase Atraktif di area Kadin Bandung ( Graha Kadin Lt 1, 3 dan 4 ) dan Display Area di Rep Office Kadin Kota Bandung di Lokasi Batam ( green Land Blok I No 11 Batam Center),

- Produk anggota BBI, berupa foto dan keterangan serta Informasi, akan selalu termuat secara bergantian pada Info Board Elektronik - yakni suatu LCD Display di area Display Room Kadin atau Reresentatif Office Kadin Kota Bandung di Batam - termasuk jika pemilik produk ( anggota BBI) sedang memerlukannya saat handle calon buyer di sekitar lokasi display Room tersebut,
- Articles Produk angota BBI akan selalu memiliki keterangan dan informasi yang selalu diperbaharui (Updated),

- Disertakan minimal 1 kali per tahun dalam Expo/ Pameran/ Promosi Dagang di Negara Tujuan yakni wilayah pasar Semenanjung dan sekitarnya ( dhi : Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Vietnam, Kamboja)

- Disertakan minimal 2 kali Per Tahun Di Pameran/ Expo/ Promosi Dagang di Wilayah Kepulauan Riau.

• Produk anggota BBI Member di Upload pada Web bisnis di Internet ( www.bbi-marknet.com). Data Kontak sebagai bagian keterangan produk adalah data langsung anggota BBI, sementara itu, Web akan diklankan secara teratur pada media cetak dan media promosi di wilayah pasar target (sasaran ).

Disamping BBI - sebagai sarana promosi bagi produk anggota sebagaimana diatas, anggota akan memiliki fasilitas menempatkan produk ( placement), yakni :
• Diikutkan Dalam Event Penjualan Internasional ( seperti halnya pada Great Sale Singapore ) dengan biaya berupa komisi (Commision Fee) tertentu dari harga jual produk milik para anggota (Price List).
• Mendapat Hak Konsinyasi Pada Display Batam dan Bandung

Dimasa datang setelah volume dan jumlah articles memadai serta kordinasi dengan para stakeholder pemasaran dapat mencapai persetujuan, selain hak diatas, akan diberikan :Fasilitas Khusus Logistik ( Pengelolaan Outgoing Product Berdikari di Batam Berdasar Delivery Order). Bagi pemilik produk berjumlah besar namun kamba serta bernilai rendah (bulky dan volumenees), maka logistik ( sarana angkutan dan penyimpanan di lokasi target dagang ) akan sangat memegang peranan penting dalam upaya menurunkan biaya dan meningkatkan daya saing ( competitive advantage).
ARTICLES PRODUK
Berdasar pada penelusuran awal, pengalaman berbagai perjalanan dan dagang ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Myanmar, Vietnam dan Kamboja), pada tahap awal akan di programkan penawaran barang-barang pada katagori :

Craft , Fashion, Antique, Healthy Food, Creative Product, Garment, Shoes, Sandal/ Sliper, Leather and Leather Products, Men or boys’ shirts, Women or girls’ blouses, shirts and shirt-blouses, Women or girls’ suits, ensembles, jacket, blazers, dresses, Essential Oils, Jewelry craftsmanship, Spices, Furniture and Parts There of, and Environtmental tools and equipment
PENUTUP
Program Bandung Batam Incorporated (BBI) - yang awalnya merupakan uapaya Kadin Kota Bandung melayani anggota, akan terus dikembangkan hingga makin efektif memasarkan produk Bandung dan menjangkau UKM di wilayah lain ( seluruh Indonesia) - sepanjang tidak ada larangan dan keberatan atau bahkan, sekiranya mendapat sokongan dari instansi berwenang maupun Kadin dan Asosiasi setempat. BBI akan dengan senanghati melayani para UKMK- yang memiliki kepentingan sama - yakni meluaskan pemasaran ke Semenanjung dengan Batam sebagai jembatan+++++++++)

Selasa, 07 Agustus 2007

BBI MarkNet, Suatu Embrio Bagi Lahirnya Trading House?



Artikel “ Menanti Hadirnya Trading House UKM di Batam” - yang ditulis Suyono Saputra ( selengkapnya klik Bisnis Indonesia ) – yang kemudian mendapat banyak komentar online- memang dirasakan sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan UKM saat ini. Setelah disadarkan oleh betapa derasnya barang impor China, bahkan termasuk produk ilegal dan tidak sehat sekalipun ( berformalin )- seperti halnya produk sederhana semacam permen maupun makanan kecil, itu semua menunjukan bahwa kehebatan branding dan distribusi pengusaha dari Negara China mampu menembus pedesaaan dan berbagai pelosok Indonesia. Bahwa kemudian diimbangi oleh fakta produk perikanan dan kelautan ( aquatic) kita juga besar nilai ekspornya ke China, tapi disisi lain itu, lagi-lagi, menunjukan kalau kita masih mengekspor sebatas komoditi- hasil tangkapan ikan segar dari laut, tanpa ada added value ( hasil olahan, merk, kemasan) yang berarti. Jadi alih-alih added value dari diversifikasi vertikal, bahkan kita belum mampu ekspor dan distribusi sampai kepelosok pedesaan negara tujuan sampai menjangkau konsumen akhir.

Terlepas dari masalah China itu suatu perang dagang atau bukan, pencermatan kita adalah adanya keperluan mendesak jika usahawan nasional hendaknya berkemampuan menembus ekspor - dengan brand sendiri – syukur jika mampu membentuk rantai distribusi di Negara tujuan dagang tersebut- sebagaimana halnya obat dan permen China yang mampu menembus hingga pedesaan Indonesia. Atas dasar itulah kita mendambakan adanya kerjasama yang baik antara berbagai lembaga berwenang, mencapai tujuan pengembangan pasar bagi produk nasional tersebut . Lihat saja kerjasama Pemerintah dan Swasta Pelaku Dagang di Negara China sangatlah mengagumkan. Sesaat, beberapa hari, produk makanan kecil permen dan obat-obatan usahawan China di embargo masuk Indonesia, Lembaga Karantina China – yang notabene perpanjangan tangan pemerintah China langsung membalas dengan embargo atas semua produk kelautan dan ikan ( akuatik) Indonesia. Nampak jelas kalau pemerintah dan swasta China berkolusi atau bekerjasama untuk "kebaikan" dan kepentingan negara. Nampaknya, mereka memiliki kesadaran bahwa, kesulitan usahawan adalah juga harus dirasakan pemerintah, karena setidaknya itu menyangkut penerimaan pajak negara dan penyerapan tenaga kerja juga.

Keinginan berkolusi, kemudian diterjemahkan menjadi kerjasama baik- atau meminjam istilah Arifin Siregar- Menteri Perdagangan RI - pada dekade 90-an sebagai suatu upaya Indonesia incorporated, kini, dalam skala antar pemerintah Kota hendak diwujudkan dalam bentuk Bandung Batam Incorporated (BBI). Pemerintah kota Bandung dengan para pengusaha- yang tergabung dalam Kadin Kota bandung dan Kadin Kota lainnya se Jawa Barat mengajak kerjasama kepada Pemerintah Kota Batam dan Prov Kepulauan Riau dalam program Bandung Batam Incorporated (BBI).

Berbekal kemauan Ketua Kadin Deden Y Hidayat dan jajaran pengurus Kadin dengan Pemerintah Kota Bandung- dan lalu mensinergikan nya dengan PT Paska KONSULTAN- suatu konsultan bisnis berpengalaman dalam menjalankan dan mengelola sarana Pemasaran Mark Net®- dibukalah suatu gedung berlantai 3 di kawasan Batam Center- tepatnya di Komp Ruko Green Land Blok I No 11 Pulau Batam.

Guna menjalankan misinya, PT Paska KONSULTAN – membuka Gallery atau ShowRoom, Portal Marketing di Internet www.bbi-market.com dan layanan Expo mobile pada event di berbagai Expo di kawasan Semenanjung ( Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Myanmar dan Viet Nam).

Di awal bulan agustus 2007 ini, di lokasi BBI Gallery atau Showroom setidaknya telah berdiri dan tampak adanya berbagai sarana bagi pemasaran aneka produk melalui BBI market, antara lain :
A. BBI Gallery ShowRoom di Batam, tepatnya di Komp Ruko Green Land Blok I No 11 Batam Center, Telp. 0778-460143 telah siap dan memadai memberikan Layanan kepada pengusaha yang berminat dalam memasarkan produknya, handle buyer dan pengorganisasian Expo Event di kawasan Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam). Berbagai sarana itu antara lain :

1. Fasilitas Rak untuk mendisplay lebih dari 250 Artikel product Sample para BBI Member dalam bentuk Rak Gantung stainless steel dan dasar kaca 5 mm,

2. Memiliki satu lantai sebagai Sarana bagi akomodasi transit 10 Personal dengan fasilitas memadai ( berupa Spring bed, AC, Rice Cooker, Mesin Cuci dan penjemuran),

3. Memiliki Ruang Presentasi ( lengkap dengan fasilitas LCD/ Proyektor, Screen, AC, Indoor Sound System ),

4. Memiliki Ruang Meeting bagi 25 Peserta ( lengkap dengan fasilitas LCD/Proyektor, AC, Sound System, Meja Meeting CKD ),

5. Tersedia ruang penyimpanan sementara / transit stock barang dagang bagi para Member BBI yang menjalankan kegiatan niaganya secara langsung dalam bentuk bagian dari ruangan satu lantai ( 5 x 15 ) m2

6. Fasilitas Internet Speedy

7. Fasilitas Phone public atau Kamar Bicara Umum (KBU) dengan 2 line telp

8. Nampak juga fasilitas penunjang penyelenggaraan Expo maupun product Launching secara mandiri meliputi 4 ( empat) buah Tenda Flexible ( Gazebo Tent), GenSet 5 KVA, Lighting, Outdoor Sound System Yamaha, dan peralatan CamHolder maupun Digital Camera lainnya).

B. Sementara itu di Grha Kadin Kota Bandung, Jl. Telaga Bodas 31, telah disiapkan antara lain :

1. Rak Display BBI berupa 11 Unit Rak di Lantai 1, 3 dan 4 Graha Kadin- yang diperkirakan cukup mendisplay bagi 250 artikel produk pada PLT tertentu,

2. Material Promosi Roll Banner dan brosur

3. LCD Display Komputer

4. Layanan pada Member BBI ( di lokasi MarkNet di Lantai 1)

C. Pengelola / Organizer PT. Paska KONSULTAN juga telah berpengalaman dalam kesertaannya di berbagai Expo di kawasan Semenanjung, seperti antara lain, ikut serta sebagai peserta dalam Cooperative Expo ( 12 sd 22 Juli 2007 di Mega Mall Batam), Sundanesse Expo Batam ( bulan Nov 2006), Myanmar Expo ( Desember 2006), Indonesia Display di Liang Court RiverValley Singapore ( Mei 2006), MAHA Expo Malaysia ( November 2006) dan kini sedang bersiap mengikuti EXPO Bio di Persada Convention Johor( 17 sd 20 Agustus 2007),

D. Memiliki Portal di Internet ( masih dalam tahap Web Developing) di alamat www.bbi-market.com

E. Telah memiliki kesiapan admin manajemen BBI dari adanya Buku Form Pendaftaran, Sistim dan Prosedur, Sarana Dokumentasi Produk maupun berbagai Kit Marketing dalam bentuk banner, brosur dan spanduk.

F. Pengelola PT Paska KONSULTAN ( MarkNet) juga nampaknya telah menyiapkan Organizer dan artist agency (Purina Production) di Batam menjadi mitra bagi keperluan penyediaan Sales Promo maupun event organizing BBI lainnya di Batam, Kepulauan Riau maupun kawasan Semenanjung.

Berbagai upaya diatas hanyalah bagian kecil dari keperluan menjalankan strategi memasarkan produk terintegrasi hingga terdistribusi ( integrated marketing) sampai ke konsumen akhir ( end user) dengan menggunakan merk (brand) sendiri di negara sasaran. Sarana Market Places & Networking BBI belumlah menyentuh pada keperluan penempatan (placement ), distribusi dan pengelolaan merk ( brand development)- sebagaimana dilakukan oleh Sogo Sosha (Jepang) maupun Kotra ( Korea) atau selayaknya suatu Trading House. Namun, setidaknya, BBI MarkNet diharapkan menjadi suatu embrionya bagi wacana Trading House UKM - sebagai suatu kebutuhan mendesak dalam menembus, mempertahankan dan memelihara target pasar.

Tentu saja sarana dan jaringan pemasaran BBI MarkNet itu tidak akan berguna sebagai sarana pemasaran (Market Places) dan manajemen jaringan (Networking) jika saja pemerintah dan pelaku tidak memanfaatkannya secara maksimal. Nah ditunggu semangat dan tekadnya dalam mengembangkan dagang ke Semenanjung dengan Batam sebagai gateway. Hayu atuh urang rambatirata, hayu....................... !!!!!/ Sonson Garsoni++++++)

Mark Net- Market Places & Networking, Pengelola BBI

Selamat datang di web BBI-Mark Net !!

Mendekatkan produk kepada pelanggan atau konsumen adalah bagian dari strategi pemasaran ( marketing strategy) disamping promosi ( Promotions), penyiapan produk secara baik (Product) dan kebijakan harga yang kompetitif (Price Policy). Dalam kaitan itulah, Kadin Kota Bandung - yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak antaranya Kadin Kota Batam, Paguyuban Pasundan- yakni organisasi komunitas Sunda di Batam- dan bahkan dengan Pemerintah Kepulauan Riau ( Kepri), mencetuskan program Bandung- Batam Incorporated (selanjutnya disingkat BBI).


Salam,
Sonson Garsoni

BBI MarkNet- Market Places & Networking

BBI MarkNet- Market Places & Networking
Menyediakan Sarana ( Market Places ) dan Jaringan ( Networking) Pemasaran bagi produk para pengusaha dan perusahaan nasional Ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, VietNam & Myanmar) dengan Batam sebagai Gateway. Dengan pengalaman organizer BBI- yakni PT. Paska KONSULTAN ( Mark Net)- sebagai suatu business consultant berpengalaman ditambah dengan dukungan Jaringan (Network) ke Semenanjung - yang kini dimiliki, akan membuat BBI MarkNet bermanfaat bagi efisiensi dan efektivitas pemasaran produk anda - yang menetapkan Semenanjung sebagai target pemasaran.

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung
Menyadari akan potensi Bandung yang dikenal sebagai kota produsen produk kreatif, Kadin Kota Bandung memfasilitasinya dengan menyediakan berbagai langkah antara lain penyediaan sarana BBI-MarkNet di Batam.

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung
Mendekatkan produk ke pelanggan merupakan langkah termahal dalam pemasaran setelah promosi. Potensi besar dan kuatnya daya beli masyarakat Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand) ditambah Kamboja, Vietnam dan Myanmar sebagai negara potensial berkembang- telah menarik minat pengusaha Bandung menjangkaunya dengan menempatkan Batam sebagai pintu gerbang (Gateway)

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway
Daya beli, kesamaan kultur budaya dan latar belakang sejarah negara-negara di Kawasan Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Myanmar), telah membawa tekad dunia usaha Bandung- Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya membuka jalur dagang bagi meluasnya produk ke Semenanjung

*) Pemberitahuan Tatacara Keanggotaan


Yth Calon Anggota dan All Member BBI MarkNet,

Sehubungan kemungkinan subsidi bagi BBI MarkNet, sejauh ini, baru mendapat komitmen dari Pemerintah Kota Bandung ( cq. Kadin Kota Bandung) hanya memadai bagi 100 artikel produk, sementara biaya real pemanfaatan semua fasilitas BBI MarkNet adalah Rp 3.000.000,-/artikel produk/tahun, disampaikan bahwa :

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi),

2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk Di Display Rak BBI Batam dan Bandung,

3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 1.000.000,-/ artikel produk/tahun ( khusus selama masa promosi yang diperkirakan sd Agustus 2007 atau sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk); Selanjutnya, biaya keanggotaan aalah Rp 3.000.000,-/articles/tahun,

Dengan subsidi, berasal dari Pemerintah Kota Bandung (cq. Kadin Kota Bandung), ketentuan biaya membership BBI Rp 1.000.000,-/ artikel/ tahun hanya berlaku :

1. Khusus produk dari perusahaan berdomisili di Kota Bandung dan telah menjai anggota Kadin Kota Bandung,

2. Periode pendaftaran, selama masa promosi sd bulan Agustus 2007 atau sampai maksimal tercapai 100 artikel produk, khusus dari perusahaan yang berdomisili di Kota Bandung,

3. Diluar masa ad 1 dan ad 2 diatas, atau bagi produk dan perusahaan diluar Kota Bandung, akan dikenakan biaya normal Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun


Biaya Real Rp 3.000.000,-/artikel produk/ tahun memiliki komponen pengeluaran atau alokasi biaya sebagai berikut :

1. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di dan ke Negara Semenanjung /stand booth ~ 50 artikel/stand adalah Rp 25.000.000,- atau setara dengan Rp 125.000.000,-/ stand booth bagi 5 kali Expo/ 50 artikel produk

2. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di wilayah Kepri / stand booth ~ 50 artikel/ stand adalah Rp 12.500.000,- atau setara dengan Rp 25.000.000,-/ stand booth 2 kali Expo/ 50 artikel produk

3. Biaya pengelolaan Display Rack, pelayanan pengunjung e mail-telpon an visiting langsung serta pembuatan penawaran2, PM ( Pro Memory)

4. Biaya Portal/ web, PM ( Pro Memory)

5. Biaya penyusunan naskah (Script writing) dan Desain Printing, PM ( Pro Memory)

Demikian disampaikan agar menjadi bahan secara transparant bagi para pengusaha dan perusahaan yang berminat memasarkan produknya ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja) maupun bagi pihak berwenang dalam menjalankan pengawasan program BBI MarkNet.

Regards,

Sonson Garsoni

Manfaat Sarana Pemasaran BBI-MarkNet

  • Sample Produk Anggota BBI, PxLxT = maks (50 x50x 50) cm akan tersimpan Di Rak Display BBI di Batam ( Green Land, Lt 1 dan 2 ) serta Graha Kadin Bandung (Lt 1,3 dan 4). Dengan itu member BBI dapat mengenalkan prouk pada prospek pelanggannya di wilayah pasar Bandung dan Batam secara murah.
  • Produk member BBI terdaftar disertakan dalam stand BBI pada Expo/ Pameran/ Promosi Dagang di Negara wilayah pasar Semenanjung ( dhi : Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar)- sehingga member BBI tanpa biaya besar dapat mengenalkan produknya ke negara-negara target tersebut.
  • Produk anggota BBI, berupa foto dan keterangan serta Informasi, akan selalu termuat secara bergantian pada Info Board Elektronik - yakni suatu LCD Display di area Display Room Kadin di Bandung (Lt1) dan serta di BBI Showroom di Batam
  • Produk anggota BBI Member terdaftar di Upload pada Web bisnis BBI di Internet ( www.bbi-market.com). Data Kontak sebagai bagian keterangan produk adalah data langsung anggota BBI- sehingga kontak buyer langsung kepada pemilik produk. Web akan diiklankan secara teratur pada media cetak dan media promosi di wilayah pasar target (sasaran ). Dengan fasilitas ini, produk member BBI akan dapat dilihat oleh calon pelanggan setiap saat di internet
  • Member BBI bisa memanfaatkan berbagai sarana pemasaran yang lengkap BBI di Batam - yakni tempat transit produk, akomodasi personal dan presentation room dalam melaksanakan meeting dengan pelanggan dan prospek pembeli besar
  • Artikel produk member BBI- yang telah terdaftar di BBI memiliki prospek penjualan minimal 10 x biaya yang dikeluarkan menjadi anggota BBI. Profesional Marketer BBI akan selalu memasarkannya ke target pasar di Semenanjung
  • Articles Produk anggota BBI akan selalu memiliki keterangan dan Informasi Cetak Di Rak Display & Katalog ( Indonesia & Inggris). Dengan sarana ini peminat dapat mengenali produk anda secara visual dan mendapat alamat kontak dengan kontak langsung kepada produsen atau pemilik (anggota) secara jelas
  • Anggota BBI dapat mencantumkan alamat showroom BBI dalam kartu nama dan identitas perusahaan (Name Card bisnis) masing-masing

Target Kegiatan BBI 2007

  • Mendapatkan Kontak Penjualan Minimal Rp.10.000.000,-sd Rp 30.000.000,- per Artikel Produk member BBI ( atau setara dengan 3 kali biaya membership)
  • Mengelola dan Mendapatkan 100 membership dengan produknya Terdisplay di Rak BBI Batam & Bandung
  • Menjadi Fasilitas Transit bagi semua anggota/member BBI-MarkNet- yang berkegiatan niaga ke Semenanjung melalui Batam
  • Partisipasi Expo 4 kali ( Kepulauan Riau/Batam, Malaysia, Singapura, Thailand)

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

  • 1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi)
  • 2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk dipromosikan pada Display di Rak BBI Batam dan Bandung
  • 3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun. Namun khusus bagi perusahaan anggota Kadin di Kota Bandung - selama masa promosi dan sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk- kelak akan mendapat prospek pengembalian sejumlah subsidi Pemerinah Kota- Rp 2.000.000,-. Perusahaan lain umumnya - diluar Kota Bandung dan perusahaan Bandung selanjutnya Rp 3.000.000,-/articles/tahun.*)