Minggu, 30 Desember 2007

Sukses Indonesia Fair 2007 Di Johor Bahru

Dengan berbagai halangan akibat waktu persiapan terbatas dan masa "peak season" liburan natal dan tahun baru, delegasi Bandung dalam Indonesia Fair 2007 di Jusco Permas Jaya -suatu kawasan bandar baru di Johor Bahru Malaysia berakhir dengan lumayan sukses. Banyak stand booth UKM Bandung mendapat penjualan retail dalam jumlah yang cukup memadai, namun lebih banyak adalah renana kontrak jumlah besar di masa akan datang. Semua produk seperti telur asin, jaket, kopiah, peci, kain batik bordir, batu perhiasan, bandrek, bajigur, herbiprima ginger, sedini green tea, sabun madu, dan lainnya ludes terjual.

Pupuk tablet Gramalet mendapat perhatian dari Datuk Paduka Hasan Omar, pengusaha terkenal pemilik Kasawari Group - dengan membawahkan bisnis otomotif dan kelapa sawit, berminat membeli baja- istilah pupuk di Malaysia- bagi kepentingan 45.000 acre tanah perkebunan sawitnya di Johor. Demikian juga anggota Kadin Kota Bandung ada yang mendapat order 1000 karton bandrek dalam kemasan serta anggota BBI-MarkNet lainnya ada yang mendapat kontrak pengadaan kain dan kebaya bagi suatu butik di berbagai outlet di Johor dan kota lainnya di Malaysia.
Pertemuan Kadin Kota Bandung dengan Dewan Perniagaan Melayu (DPM) Johor - yang difasilitasi Konjen RI di Johor pun membuahkan berbagai kesepakatan antara lain kerjasama penyelenggaraan Bandung-Johor Fair tahun 2008 dengan sekaligus merangkaikan program ekonomi Konsulat RI di Johor. Disamping rencana Expo 2008, ditawarkan juga penyediaan outlet dan showroom Bandung di Kota Johor di sebelah kantor Kadin ( Dewan Perniagaan Melayu) Johor di lokasi Jalan Geroda - Larkin Bandaraya Johor.

Sebenarnya, Johor, dengan penduduk sebagian besar keturunan Jawa dan Bugis- bahkan Sultan Johor yang sekarang bertahta pun berasal dari Bugis Celebes, dan dengan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berjumlah 460.000 orang, tentu potensial bagi pemasaran produk asal Indonesia. Kadin Kota Bandung pun menyepakati untuk mengkaji lebih jauh memikirkan berbagai kemungkinan yang ditawarkan Dewan Perniagaan Melayu antara lain pembuatan outlet produk Bandung di berbagai kawasan komunitas orang Indonesia berada- yang menyediakan sepatu, jeans, makanan khas orang Indonesia, jaket kulit, dan lainnya.


Dengan bebagai pencapaian tersebut, BBI-MarkNet di Batam- yang mengorganisir keberangkatan dan kepesertaan banyak UKM Bandung-Jakarta memenuhi undangan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Johor merasa puas. Dengan pengalaman memobilisasi barang melalui Cargo dan angkutan Ferry Batam-Johor dengan segala lika-likunya, BBI akan makin matang dan pengalaman bagi penyelenggaraan pengorganisasian kepertaan UKM dan pengusaha lainnya dalam event di Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, dll).

Salah satu kegiatan lapangan, Sonson Garsoni- sebagai organizer BBI MarkNet di Batam bersama Kadin Kota Bandung berkesempatan mendapat undangan makan siang nasi berani Malaysia ( biryani, red) dan minum sirop Bandung ( ternyata adalah soda gembira sih........) serta lawatan ke berbagai perusahaan dibawah naungan Kasawari Group- yang konon juga pernah membuat mobil handmade pertama Malaysia. Namun, Salah satunya yang mengesankan adalah diantar keliling Johor dengan Jaguar terus bergambar disebelah mobil handmade pertama Malaysia milik Datuk Paduka Hj Hasan Omar, salah satu kerabat sultan Johor................ he3x...dasar orang Indonesia: "............. gak punya juga minimal pernah naik Jaguar...." celetuk Ketua Kadin, Deden Hidayat.+++)

Selasa, 11 Desember 2007

Indonesia Fair 2007 Di Johor Malaysia

Guna memacu pemasaran dan promosi aneka produk UKMK Indonesia umumnya dan UKMK Kota Bandung khususnya, BBI kembali mengikuti dan mengorganisir kesertaan UKMK dalam pameran di wilayah target pasar BBI yakni di Semenanjung- khususnya Malaysia. Dengan uluran bantuan Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru Malaysia, akan dilangsungkan “Indonesia Fair 2007” dengan mengambil tempat di Jusco Permas Jaya Shopping Center, tanggal 18 hingga 29 Desember 2007. Direncanakan, disamping pameran produk, KJRI akan menampilkan aneka kesenian Indonesia seperti reog- yang sedang ramai disorot public tentang keabsahan Malaysia melakukan klaim asal reog. Demikian juga aneka tarian dari Sumatera akan ditampilkan.

BBI MarkNet sebagai lembaga Market Places & Networking tentu saja menyambut dengan hangat event yang disponsori KJRI Johor Bahru tersebut. Dengan adanya fasilitas Showroom dan akomodasi di Batam, BBI segera mengorganisir UKM yang berminat mengikuti pameran atau arena penjualan tersebut. Sambutan UKM pun cukup baik, tidak kurang dari 20 UKM akan serta dalam event di lokasi dimana banyak keberadaan rakyat Malaysia- yang leluhurnya berasal dari tanah Jawa tersebut.

Dengan pemilikan fasilitas showroom dan akomodasi tersebut, posisi BBI diuntungkan dalam mengorganisir setiap event di Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Myanmar, Thailand dan VietNam) karena kedekatan geografis maupun adanya kemudahan sarana transportasi Batam ke Singapura ( Harbourfront) maupun Johor ( Stulang Laut Port).

Biaya keikutsertaan Indonesia Fair 2007 di Johor ini sangat murah, mengingat adanya subsidi berupa stand dan transport lokal dari Port ke lokasi ditanggung KJRI Johor. Peserta hanya menanggung apartemen dan transport dari daerah asal ke Johor. Sebagai contoh, bagi peserta UKM dari Bandung, dengan hanya Rp 3.500.000,- sudah bisa menikmati arena dagang serta apartemen plus transport pesawat serta Ferry Bandung – Batam langsung ke Johor. Jadi bagi UKM peminat event pemasaran dan penjualan ke Johor Malaysia, dapat menghubungi BBI MarkNet di Komplek Green Land, Blok I No 11 Batam Center, Telp.+62-778-460143**)

Rabu, 24 Oktober 2007

Indonesian Vegetables and Fruits Fair 2007

Kedutaan RI di Singapura untuk kedua kalinya akan menyelenggarakan Indonesian Vegetables and Fruits Fair 2007 yang akan dilangsungkan di Pasir Panjang Wholesale Center (PPWC) Singapura mulai tanggal 26 sampai 28 November 2007. Pameran ini merupakan salah upaya KBRI untuk memperkenalkan produk hasilpertanian dan perkebunan berbagai Propinsi di Indonesia ke pasar global melalui Singapura. Dengan ini diharapkan akan terdapat kemitraan antara eksportir Indonesia dan Importir Singapura.

Adapun jenis produk yag diinginkan pihak Singapura adalah kelompok Sayur Mayur antara lain kentang madu ( honey potato), Jagung Manis ( sweet corn), tomat, kubis, kacang panjang, ( french bean), wortel, lobak, capsicum, asparagus, selada, bawang merah, lobak cina, ypung chayete; Kemudian kelompok Buah ( Fruits) adalah : Jeruk bali (Pomelo), Melon ( musk melon), labu jepang ( japanese pumkin), cabe rawit, rempah-rempah, jahe, berbagai jenis jamur dan makanan olahannya berbasis sayuran dan buah.

Fasilitas bagi peserta adalah standar pameran meja kursi, partisi dan listrik kemudian KBRI akan menerbitkan “Cleareance” atas barang masuk bagi kepentingan urusan kepabeanan; Sedangkan akomodasi dan tranportasi menjadi tanggungan masing-masing peserta.

Bandung Batam Incorporated (BBI) dan Kadin Kota Bandung merancang event itu bagi kepesertaan 20 stand setara dengan jumlah 20 sampai 40 orang peserta mewakili perusahaan member BBI maupun Non Member. Kepada para peminat, BBI menguruskan tiket Bandung-Batam (pp), Airport Hang Nadim Batam ke Ferry International SeaPort di Batam Center, penginapan di daerah Bugis Juction ( 2 malam, twin sharing) dan makan selama 5 kali. Untuk biaya tersebut diperkirakan Rp 3.000.000,-/ orang peserta. Peminat atas ajakn event ini dapat menghubungi BBI-Mark Net di Jl. Telaga Bodas 31 ( Grha KADIN,Lt 1) atau Jl. Pungkur No 115 B ( 022-4262235-4262253) atau Green Land Blok i No 11 Batam Center, telp. 0778- 460143.

Peminat event ini dpat mendaftarkan diri selambatnya 2 Nov 2007 dengan menyerahkan daftar produk yang akan dijual serta copy Paspor. Keterangan lebih lanjut maupun kesertaan dapat pula melalui sms ke 081 57002935 ( Sonson Garsoni)+++++++)

Senin, 27 Agustus 2007

Prospek Free Trade Zone Batam

Akhir-akhir, sepanjang minggu III Agustus ini, saya suka baca koran lokal Batam sambil merasakan antusiasme dan dengar perbincangan orang-orang sambil sarapan di rumah makan Padang sebelah Kantor BBI - MarkNet di Batam. Gairah baru bagi geliat bisnis di Batam nampak terasa. Semua nampak optimis akan adanya banyak kesempatan ekonomi bertumbuh di Batam. Hampir semua media lokal di Batam ( Batam Pos, Tribun Batam, dll) selalu menempatkan isyu Batam sebagai Free Trade Area / Zone menjadi headline. Saya senang membaca harian lokal tersebut. Isinya nampak bersemangat menyambut FTZ- yang peraturannya yakni PP RI NOMOR 46 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM, PP RI NOMOR 47 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BINTAN dan PPRI NOMOR 48 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS KARIMUN baru saja diteken Presiden RI, Soesilo Bambang. Bahkan harian Tribun Batam ( 27/8) menulis tentang segera akan dibangun Kawasan Ekonomi Pariwisata Terpadu (KEWT) terbesar di Asia Tenggara ( diprediksi mengalahkan Singapore ) di 3 ( tiga) wilayah pulau- yang terhubung oleh Jembatan Barelang ( Batam, Rempang dan Galang). Tentu saja, KEWT yang dirancang dengan dana investasi belasan trilyun rupiah tersebut disebut-sebut akan menarik 500.000 tenaga kerja baru. Padahal jika pengangguran di Batam saat ini hanya 20.000, pembangunan KWET tentu saja akan menjadi penarik bagi tenaga ahli dari luar Batam untuk memasuki Batam. Free Trade Zone, disamping AFTA- yang lebih dulu menjadi konsensus antar negara ASEAN- akan benar-benar dinikmati Batam dalam kerangka pengembangan bisnis berorientasi ekspor.
Jika sepintas dilihat memang FTZ dan AFTA ada kesamaan kata namun dalam prakteknya mempunyai perbedaan yang mendasar. AFTA lebih ditekankan pada upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif. Salah satu hambatan perdagangan yang akan dikurangi dalam konsep ini, adalah tarif bea masuk hingga mencapai 0 persen sampai 5 persen. Jika Indonesia tak siap, maka akan berakibat pada membanjirnya produk luar negeri yang mempunyai kualitas dan harga bersaing ini yang pada akhirnya bermuara pada terancamnya produk dalam negeri.
Konsep FTZ sendiri difokuskan pada upaya menarik investasi asing yang berorientasi ekspor. Industri seperti ini mempunyai manfaat selain menghasilkan setoran pajak (PPh), menyerap tenaga kerja dan manfaat lainnya seperti menumbuhkembangkan industri lokal (UKM) yang menjadi mitra perusahaan PMA dan tumbuhnya industri jasa pendukung. Industri lokal, didaerah FTZ, tidak akan terganggu, karena produk dari PMA didaerah FTZ adalah untuk berorientasi ekspor sehingga tidak akan menyaingi ataupun mematikan produk lokal.

Sebuah artikel yang diterbitkan Marketing Section, Batam Authority (BEI NEWS 5 th Edition Year II, March-April 2001) misalnya menulis tentang prospek Batam :

" Despite the inevitability of a global free trade environment, Indonesia has to prepare itself for this eventuality in order to remain competritive in Asia Pacific. With the rapid growth and existence of Batam to date, Indonesia has excellent prospects to compete for a piece of the regional and global trade pie. By capitalizing on the strategic location of Batam in one of the world’s busiest trade routes, the Straits of Malacca, as well as adequate infrastructures, facilities and pool of labor, Batam can serve as the export center of Indonesia. Indonesian exporters, too, can benefit from a Free Trade Zone Batam to invest in Batam, as an initial step towards marketing their products globally."

Pertanyaannya bagi kita, anggota BBI- yang notabene terdiri dari para pengusaha UKM dari Bandung atau Jawa Barat pada umumnya ? Apa yang mesti dilakukan ?

Saya hanya seorang pelaku dan bukanlah pengamat ekonomi. Sebagai pelaku, tidak banyak teori dan data akurat - selain instuisi dan pengalaman saya saja yang mengajarkan bahwa jika ada investasi akan berarti menyerap tenaga kerja. Dengan bertambahnya investasi akan terdapat pertumbuhan ekonomi. Nah, otomatis saja pertumbuhan ekonomi akan memberikan multiplier effect ( efek berganda) kepada sektor lainnya bertumbuh. Pandangan saya akan tumbuh berbagai peluang usaha yang menyangkut pelayanan pada segala kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi - yang notabene adalah pekerja antara lain perumahan, makanan, jasa angkutan, dan jasa hiburan serta rekreasi. Belum lagi peluang mengembangkan pasar ke wilayah AFTA ( Asean). Dengan tranportasi Batam ke Singapura dan Johor hanya 45 menit dan biaya Rp 75.000,- saja, bukankah itu pasar besar dengan low cost operations ?

Prospek diatas akan menarik bagi pelaku yang memiliki daya antisipatif dan berjiwa pionir. Kalau hanya jadi pengikut (follower) setelah lihat dulu orang lain, hukumnya bagi pengikut adalah tidak berhak atas maksimum margin. Nah siapa rekan2 pengusaha berbagai sektor mau berkiprah di Batam FTZ ? Ayo bergabung saja di BBI-MarkNet - Sonson Garsoni++++++++++)

Selasa, 21 Agustus 2007

Fasilitas BBI MarkNet di Batam



Gallery BBI di Batam, setelah melalui percobaan Ref Office (RO) Kadin Kota Bandung di Graha Sulaeman Nagoya, akhirnya dipindahkan ke Komp Ruko Green Land Blok i No 11 Batam Center. Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y. Hidayat mengatakan, pihaknya sengaja memindahkan Representatif Office (RO) di Batam, mengingat adanya peningkatan kegiatan usaha mereka di Batam. Sehingga untuk bisa meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan trader, mengharuskan mereka memiliki kantor yang lebih representatif. "Dari apa yang dilaporkan, dalam tiga bulan terakhir penjualan produk-produk UKM asal Bandung ke Batam, rata-rata mencapai Rp 300 juta per bulan. Dan dalam beberapa minggu terakhir, menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan," katanya.

Dengan fasilitas showroom yang mampu menampilkan sekitar 350 artikel produk di Lt 1 dan 2, fasilitas meeting room bagi 25 peserta lengkap dengan proyektor dan Komputer dan DVD Player serta mess akomodasi bagi 10 orang, BBI MarkNet siap menjalankan fungsi menjadi sarana memasarkan ( Market Places) dan membesarkan jaringan (Networking) pemasaran ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailan, Myanmar, Vietnam dan Kamboja).












Bukan hanya sarana diatas, fasilitas BBI berupa CCTV berbasis web - hingga suasana dan keaaan BBI Showroom dapat dipantau secara real time dari manapun, juga fasilitas akses internet ADSL dan phone public 2 line bagi pengunjung - yang berniat melakukan transaksi akan merupakan penunjang bagi terselenggaranya fasilitas marketing secara lengkap.

Dalam acara pembukaan secara resmi BBI MarkNet tanggal 20 Agustus 2007 tersebut, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua Kadin Batam, Kabag Ekonomi Pemkot Bandung, Kepala BPMD Kota Bandung, dan tokoh-tokoh pengusaha dari Bandung dan Batam, Wali Kota menyarankan agar BBI memiliki agenda kerja yang jelas. Sehingga bisa menjadi acuan bagi operasional kegiatan, dan lebih memungkinkan untuk mencapai tujuan bersama.++++++)


Mark Net- Market Places & Networking, Pengelola BBI

Selamat datang di web BBI-Mark Net !!

Mendekatkan produk kepada pelanggan atau konsumen adalah bagian dari strategi pemasaran ( marketing strategy) disamping promosi ( Promotions), penyiapan produk secara baik (Product) dan kebijakan harga yang kompetitif (Price Policy). Dalam kaitan itulah, Kadin Kota Bandung - yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak antaranya Kadin Kota Batam, Paguyuban Pasundan- yakni organisasi komunitas Sunda di Batam- dan bahkan dengan Pemerintah Kepulauan Riau ( Kepri), mencetuskan program Bandung- Batam Incorporated (selanjutnya disingkat BBI).


Salam,
Sonson Garsoni

BBI MarkNet- Market Places & Networking

BBI MarkNet- Market Places & Networking
Menyediakan Sarana ( Market Places ) dan Jaringan ( Networking) Pemasaran bagi produk para pengusaha dan perusahaan nasional Ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, VietNam & Myanmar) dengan Batam sebagai Gateway. Dengan pengalaman organizer BBI- yakni PT. Paska KONSULTAN ( Mark Net)- sebagai suatu business consultant berpengalaman ditambah dengan dukungan Jaringan (Network) ke Semenanjung - yang kini dimiliki, akan membuat BBI MarkNet bermanfaat bagi efisiensi dan efektivitas pemasaran produk anda - yang menetapkan Semenanjung sebagai target pemasaran.

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung
Menyadari akan potensi Bandung yang dikenal sebagai kota produsen produk kreatif, Kadin Kota Bandung memfasilitasinya dengan menyediakan berbagai langkah antara lain penyediaan sarana BBI-MarkNet di Batam.

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung
Mendekatkan produk ke pelanggan merupakan langkah termahal dalam pemasaran setelah promosi. Potensi besar dan kuatnya daya beli masyarakat Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand) ditambah Kamboja, Vietnam dan Myanmar sebagai negara potensial berkembang- telah menarik minat pengusaha Bandung menjangkaunya dengan menempatkan Batam sebagai pintu gerbang (Gateway)

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway
Daya beli, kesamaan kultur budaya dan latar belakang sejarah negara-negara di Kawasan Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Myanmar), telah membawa tekad dunia usaha Bandung- Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya membuka jalur dagang bagi meluasnya produk ke Semenanjung

*) Pemberitahuan Tatacara Keanggotaan


Yth Calon Anggota dan All Member BBI MarkNet,

Sehubungan kemungkinan subsidi bagi BBI MarkNet, sejauh ini, baru mendapat komitmen dari Pemerintah Kota Bandung ( cq. Kadin Kota Bandung) hanya memadai bagi 100 artikel produk, sementara biaya real pemanfaatan semua fasilitas BBI MarkNet adalah Rp 3.000.000,-/artikel produk/tahun, disampaikan bahwa :

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi),

2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk Di Display Rak BBI Batam dan Bandung,

3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 1.000.000,-/ artikel produk/tahun ( khusus selama masa promosi yang diperkirakan sd Agustus 2007 atau sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk); Selanjutnya, biaya keanggotaan aalah Rp 3.000.000,-/articles/tahun,

Dengan subsidi, berasal dari Pemerintah Kota Bandung (cq. Kadin Kota Bandung), ketentuan biaya membership BBI Rp 1.000.000,-/ artikel/ tahun hanya berlaku :

1. Khusus produk dari perusahaan berdomisili di Kota Bandung dan telah menjai anggota Kadin Kota Bandung,

2. Periode pendaftaran, selama masa promosi sd bulan Agustus 2007 atau sampai maksimal tercapai 100 artikel produk, khusus dari perusahaan yang berdomisili di Kota Bandung,

3. Diluar masa ad 1 dan ad 2 diatas, atau bagi produk dan perusahaan diluar Kota Bandung, akan dikenakan biaya normal Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun


Biaya Real Rp 3.000.000,-/artikel produk/ tahun memiliki komponen pengeluaran atau alokasi biaya sebagai berikut :

1. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di dan ke Negara Semenanjung /stand booth ~ 50 artikel/stand adalah Rp 25.000.000,- atau setara dengan Rp 125.000.000,-/ stand booth bagi 5 kali Expo/ 50 artikel produk

2. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di wilayah Kepri / stand booth ~ 50 artikel/ stand adalah Rp 12.500.000,- atau setara dengan Rp 25.000.000,-/ stand booth 2 kali Expo/ 50 artikel produk

3. Biaya pengelolaan Display Rack, pelayanan pengunjung e mail-telpon an visiting langsung serta pembuatan penawaran2, PM ( Pro Memory)

4. Biaya Portal/ web, PM ( Pro Memory)

5. Biaya penyusunan naskah (Script writing) dan Desain Printing, PM ( Pro Memory)

Demikian disampaikan agar menjadi bahan secara transparant bagi para pengusaha dan perusahaan yang berminat memasarkan produknya ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja) maupun bagi pihak berwenang dalam menjalankan pengawasan program BBI MarkNet.

Regards,

Sonson Garsoni

Manfaat Sarana Pemasaran BBI-MarkNet

  • Sample Produk Anggota BBI, PxLxT = maks (50 x50x 50) cm akan tersimpan Di Rak Display BBI di Batam ( Green Land, Lt 1 dan 2 ) serta Graha Kadin Bandung (Lt 1,3 dan 4). Dengan itu member BBI dapat mengenalkan prouk pada prospek pelanggannya di wilayah pasar Bandung dan Batam secara murah.
  • Produk member BBI terdaftar disertakan dalam stand BBI pada Expo/ Pameran/ Promosi Dagang di Negara wilayah pasar Semenanjung ( dhi : Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar)- sehingga member BBI tanpa biaya besar dapat mengenalkan produknya ke negara-negara target tersebut.
  • Produk anggota BBI, berupa foto dan keterangan serta Informasi, akan selalu termuat secara bergantian pada Info Board Elektronik - yakni suatu LCD Display di area Display Room Kadin di Bandung (Lt1) dan serta di BBI Showroom di Batam
  • Produk anggota BBI Member terdaftar di Upload pada Web bisnis BBI di Internet ( www.bbi-market.com). Data Kontak sebagai bagian keterangan produk adalah data langsung anggota BBI- sehingga kontak buyer langsung kepada pemilik produk. Web akan diiklankan secara teratur pada media cetak dan media promosi di wilayah pasar target (sasaran ). Dengan fasilitas ini, produk member BBI akan dapat dilihat oleh calon pelanggan setiap saat di internet
  • Member BBI bisa memanfaatkan berbagai sarana pemasaran yang lengkap BBI di Batam - yakni tempat transit produk, akomodasi personal dan presentation room dalam melaksanakan meeting dengan pelanggan dan prospek pembeli besar
  • Artikel produk member BBI- yang telah terdaftar di BBI memiliki prospek penjualan minimal 10 x biaya yang dikeluarkan menjadi anggota BBI. Profesional Marketer BBI akan selalu memasarkannya ke target pasar di Semenanjung
  • Articles Produk anggota BBI akan selalu memiliki keterangan dan Informasi Cetak Di Rak Display & Katalog ( Indonesia & Inggris). Dengan sarana ini peminat dapat mengenali produk anda secara visual dan mendapat alamat kontak dengan kontak langsung kepada produsen atau pemilik (anggota) secara jelas
  • Anggota BBI dapat mencantumkan alamat showroom BBI dalam kartu nama dan identitas perusahaan (Name Card bisnis) masing-masing

Target Kegiatan BBI 2007

  • Mendapatkan Kontak Penjualan Minimal Rp.10.000.000,-sd Rp 30.000.000,- per Artikel Produk member BBI ( atau setara dengan 3 kali biaya membership)
  • Mengelola dan Mendapatkan 100 membership dengan produknya Terdisplay di Rak BBI Batam & Bandung
  • Menjadi Fasilitas Transit bagi semua anggota/member BBI-MarkNet- yang berkegiatan niaga ke Semenanjung melalui Batam
  • Partisipasi Expo 4 kali ( Kepulauan Riau/Batam, Malaysia, Singapura, Thailand)

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

  • 1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi)
  • 2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk dipromosikan pada Display di Rak BBI Batam dan Bandung
  • 3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun. Namun khusus bagi perusahaan anggota Kadin di Kota Bandung - selama masa promosi dan sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk- kelak akan mendapat prospek pengembalian sejumlah subsidi Pemerinah Kota- Rp 2.000.000,-. Perusahaan lain umumnya - diluar Kota Bandung dan perusahaan Bandung selanjutnya Rp 3.000.000,-/articles/tahun.*)