Senin, 27 Agustus 2007

Prospek Free Trade Zone Batam

Akhir-akhir, sepanjang minggu III Agustus ini, saya suka baca koran lokal Batam sambil merasakan antusiasme dan dengar perbincangan orang-orang sambil sarapan di rumah makan Padang sebelah Kantor BBI - MarkNet di Batam. Gairah baru bagi geliat bisnis di Batam nampak terasa. Semua nampak optimis akan adanya banyak kesempatan ekonomi bertumbuh di Batam. Hampir semua media lokal di Batam ( Batam Pos, Tribun Batam, dll) selalu menempatkan isyu Batam sebagai Free Trade Area / Zone menjadi headline. Saya senang membaca harian lokal tersebut. Isinya nampak bersemangat menyambut FTZ- yang peraturannya yakni PP RI NOMOR 46 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM, PP RI NOMOR 47 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BINTAN dan PPRI NOMOR 48 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS KARIMUN baru saja diteken Presiden RI, Soesilo Bambang. Bahkan harian Tribun Batam ( 27/8) menulis tentang segera akan dibangun Kawasan Ekonomi Pariwisata Terpadu (KEWT) terbesar di Asia Tenggara ( diprediksi mengalahkan Singapore ) di 3 ( tiga) wilayah pulau- yang terhubung oleh Jembatan Barelang ( Batam, Rempang dan Galang). Tentu saja, KEWT yang dirancang dengan dana investasi belasan trilyun rupiah tersebut disebut-sebut akan menarik 500.000 tenaga kerja baru. Padahal jika pengangguran di Batam saat ini hanya 20.000, pembangunan KWET tentu saja akan menjadi penarik bagi tenaga ahli dari luar Batam untuk memasuki Batam. Free Trade Zone, disamping AFTA- yang lebih dulu menjadi konsensus antar negara ASEAN- akan benar-benar dinikmati Batam dalam kerangka pengembangan bisnis berorientasi ekspor.
Jika sepintas dilihat memang FTZ dan AFTA ada kesamaan kata namun dalam prakteknya mempunyai perbedaan yang mendasar. AFTA lebih ditekankan pada upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif. Salah satu hambatan perdagangan yang akan dikurangi dalam konsep ini, adalah tarif bea masuk hingga mencapai 0 persen sampai 5 persen. Jika Indonesia tak siap, maka akan berakibat pada membanjirnya produk luar negeri yang mempunyai kualitas dan harga bersaing ini yang pada akhirnya bermuara pada terancamnya produk dalam negeri.
Konsep FTZ sendiri difokuskan pada upaya menarik investasi asing yang berorientasi ekspor. Industri seperti ini mempunyai manfaat selain menghasilkan setoran pajak (PPh), menyerap tenaga kerja dan manfaat lainnya seperti menumbuhkembangkan industri lokal (UKM) yang menjadi mitra perusahaan PMA dan tumbuhnya industri jasa pendukung. Industri lokal, didaerah FTZ, tidak akan terganggu, karena produk dari PMA didaerah FTZ adalah untuk berorientasi ekspor sehingga tidak akan menyaingi ataupun mematikan produk lokal.

Sebuah artikel yang diterbitkan Marketing Section, Batam Authority (BEI NEWS 5 th Edition Year II, March-April 2001) misalnya menulis tentang prospek Batam :

" Despite the inevitability of a global free trade environment, Indonesia has to prepare itself for this eventuality in order to remain competritive in Asia Pacific. With the rapid growth and existence of Batam to date, Indonesia has excellent prospects to compete for a piece of the regional and global trade pie. By capitalizing on the strategic location of Batam in one of the world’s busiest trade routes, the Straits of Malacca, as well as adequate infrastructures, facilities and pool of labor, Batam can serve as the export center of Indonesia. Indonesian exporters, too, can benefit from a Free Trade Zone Batam to invest in Batam, as an initial step towards marketing their products globally."

Pertanyaannya bagi kita, anggota BBI- yang notabene terdiri dari para pengusaha UKM dari Bandung atau Jawa Barat pada umumnya ? Apa yang mesti dilakukan ?

Saya hanya seorang pelaku dan bukanlah pengamat ekonomi. Sebagai pelaku, tidak banyak teori dan data akurat - selain instuisi dan pengalaman saya saja yang mengajarkan bahwa jika ada investasi akan berarti menyerap tenaga kerja. Dengan bertambahnya investasi akan terdapat pertumbuhan ekonomi. Nah, otomatis saja pertumbuhan ekonomi akan memberikan multiplier effect ( efek berganda) kepada sektor lainnya bertumbuh. Pandangan saya akan tumbuh berbagai peluang usaha yang menyangkut pelayanan pada segala kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi - yang notabene adalah pekerja antara lain perumahan, makanan, jasa angkutan, dan jasa hiburan serta rekreasi. Belum lagi peluang mengembangkan pasar ke wilayah AFTA ( Asean). Dengan tranportasi Batam ke Singapura dan Johor hanya 45 menit dan biaya Rp 75.000,- saja, bukankah itu pasar besar dengan low cost operations ?

Prospek diatas akan menarik bagi pelaku yang memiliki daya antisipatif dan berjiwa pionir. Kalau hanya jadi pengikut (follower) setelah lihat dulu orang lain, hukumnya bagi pengikut adalah tidak berhak atas maksimum margin. Nah siapa rekan2 pengusaha berbagai sektor mau berkiprah di Batam FTZ ? Ayo bergabung saja di BBI-MarkNet - Sonson Garsoni++++++++++)

Tidak ada komentar:

Mark Net- Market Places & Networking, Pengelola BBI

Selamat datang di web BBI-Mark Net !!

Mendekatkan produk kepada pelanggan atau konsumen adalah bagian dari strategi pemasaran ( marketing strategy) disamping promosi ( Promotions), penyiapan produk secara baik (Product) dan kebijakan harga yang kompetitif (Price Policy). Dalam kaitan itulah, Kadin Kota Bandung - yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak antaranya Kadin Kota Batam, Paguyuban Pasundan- yakni organisasi komunitas Sunda di Batam- dan bahkan dengan Pemerintah Kepulauan Riau ( Kepri), mencetuskan program Bandung- Batam Incorporated (selanjutnya disingkat BBI).


Salam,
Sonson Garsoni

BBI MarkNet- Market Places & Networking

BBI MarkNet- Market Places & Networking
Menyediakan Sarana ( Market Places ) dan Jaringan ( Networking) Pemasaran bagi produk para pengusaha dan perusahaan nasional Ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, VietNam & Myanmar) dengan Batam sebagai Gateway. Dengan pengalaman organizer BBI- yakni PT. Paska KONSULTAN ( Mark Net)- sebagai suatu business consultant berpengalaman ditambah dengan dukungan Jaringan (Network) ke Semenanjung - yang kini dimiliki, akan membuat BBI MarkNet bermanfaat bagi efisiensi dan efektivitas pemasaran produk anda - yang menetapkan Semenanjung sebagai target pemasaran.

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung

Langkah " Go International" Kadin Kota Bandung
Menyadari akan potensi Bandung yang dikenal sebagai kota produsen produk kreatif, Kadin Kota Bandung memfasilitasinya dengan menyediakan berbagai langkah antara lain penyediaan sarana BBI-MarkNet di Batam.

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung

BBI Jembatan Pemasaran Ke Semenanjung
Mendekatkan produk ke pelanggan merupakan langkah termahal dalam pemasaran setelah promosi. Potensi besar dan kuatnya daya beli masyarakat Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand) ditambah Kamboja, Vietnam dan Myanmar sebagai negara potensial berkembang- telah menarik minat pengusaha Bandung menjangkaunya dengan menempatkan Batam sebagai pintu gerbang (Gateway)

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway

BBI Sarana & Manajemen Jaringan Pemasaran Produk Anda Ke Semenanjung Dengan Batam Sebagai Gateway
Daya beli, kesamaan kultur budaya dan latar belakang sejarah negara-negara di Kawasan Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Myanmar), telah membawa tekad dunia usaha Bandung- Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya membuka jalur dagang bagi meluasnya produk ke Semenanjung

*) Pemberitahuan Tatacara Keanggotaan


Yth Calon Anggota dan All Member BBI MarkNet,

Sehubungan kemungkinan subsidi bagi BBI MarkNet, sejauh ini, baru mendapat komitmen dari Pemerintah Kota Bandung ( cq. Kadin Kota Bandung) hanya memadai bagi 100 artikel produk, sementara biaya real pemanfaatan semua fasilitas BBI MarkNet adalah Rp 3.000.000,-/artikel produk/tahun, disampaikan bahwa :

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi),

2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk Di Display Rak BBI Batam dan Bandung,

3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 1.000.000,-/ artikel produk/tahun ( khusus selama masa promosi yang diperkirakan sd Agustus 2007 atau sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk); Selanjutnya, biaya keanggotaan aalah Rp 3.000.000,-/articles/tahun,

Dengan subsidi, berasal dari Pemerintah Kota Bandung (cq. Kadin Kota Bandung), ketentuan biaya membership BBI Rp 1.000.000,-/ artikel/ tahun hanya berlaku :

1. Khusus produk dari perusahaan berdomisili di Kota Bandung dan telah menjai anggota Kadin Kota Bandung,

2. Periode pendaftaran, selama masa promosi sd bulan Agustus 2007 atau sampai maksimal tercapai 100 artikel produk, khusus dari perusahaan yang berdomisili di Kota Bandung,

3. Diluar masa ad 1 dan ad 2 diatas, atau bagi produk dan perusahaan diluar Kota Bandung, akan dikenakan biaya normal Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun


Biaya Real Rp 3.000.000,-/artikel produk/ tahun memiliki komponen pengeluaran atau alokasi biaya sebagai berikut :

1. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di dan ke Negara Semenanjung /stand booth ~ 50 artikel/stand adalah Rp 25.000.000,- atau setara dengan Rp 125.000.000,-/ stand booth bagi 5 kali Expo/ 50 artikel produk

2. Biaya pameran ( Stand booth, personal, akomodasi, transportasi, ekspedisi barang) di wilayah Kepri / stand booth ~ 50 artikel/ stand adalah Rp 12.500.000,- atau setara dengan Rp 25.000.000,-/ stand booth 2 kali Expo/ 50 artikel produk

3. Biaya pengelolaan Display Rack, pelayanan pengunjung e mail-telpon an visiting langsung serta pembuatan penawaran2, PM ( Pro Memory)

4. Biaya Portal/ web, PM ( Pro Memory)

5. Biaya penyusunan naskah (Script writing) dan Desain Printing, PM ( Pro Memory)

Demikian disampaikan agar menjadi bahan secara transparant bagi para pengusaha dan perusahaan yang berminat memasarkan produknya ke Semenanjung ( Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja) maupun bagi pihak berwenang dalam menjalankan pengawasan program BBI MarkNet.

Regards,

Sonson Garsoni

Manfaat Sarana Pemasaran BBI-MarkNet

  • Sample Produk Anggota BBI, PxLxT = maks (50 x50x 50) cm akan tersimpan Di Rak Display BBI di Batam ( Green Land, Lt 1 dan 2 ) serta Graha Kadin Bandung (Lt 1,3 dan 4). Dengan itu member BBI dapat mengenalkan prouk pada prospek pelanggannya di wilayah pasar Bandung dan Batam secara murah.
  • Produk member BBI terdaftar disertakan dalam stand BBI pada Expo/ Pameran/ Promosi Dagang di Negara wilayah pasar Semenanjung ( dhi : Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar)- sehingga member BBI tanpa biaya besar dapat mengenalkan produknya ke negara-negara target tersebut.
  • Produk anggota BBI, berupa foto dan keterangan serta Informasi, akan selalu termuat secara bergantian pada Info Board Elektronik - yakni suatu LCD Display di area Display Room Kadin di Bandung (Lt1) dan serta di BBI Showroom di Batam
  • Produk anggota BBI Member terdaftar di Upload pada Web bisnis BBI di Internet ( www.bbi-market.com). Data Kontak sebagai bagian keterangan produk adalah data langsung anggota BBI- sehingga kontak buyer langsung kepada pemilik produk. Web akan diiklankan secara teratur pada media cetak dan media promosi di wilayah pasar target (sasaran ). Dengan fasilitas ini, produk member BBI akan dapat dilihat oleh calon pelanggan setiap saat di internet
  • Member BBI bisa memanfaatkan berbagai sarana pemasaran yang lengkap BBI di Batam - yakni tempat transit produk, akomodasi personal dan presentation room dalam melaksanakan meeting dengan pelanggan dan prospek pembeli besar
  • Artikel produk member BBI- yang telah terdaftar di BBI memiliki prospek penjualan minimal 10 x biaya yang dikeluarkan menjadi anggota BBI. Profesional Marketer BBI akan selalu memasarkannya ke target pasar di Semenanjung
  • Articles Produk anggota BBI akan selalu memiliki keterangan dan Informasi Cetak Di Rak Display & Katalog ( Indonesia & Inggris). Dengan sarana ini peminat dapat mengenali produk anda secara visual dan mendapat alamat kontak dengan kontak langsung kepada produsen atau pemilik (anggota) secara jelas
  • Anggota BBI dapat mencantumkan alamat showroom BBI dalam kartu nama dan identitas perusahaan (Name Card bisnis) masing-masing

Target Kegiatan BBI 2007

  • Mendapatkan Kontak Penjualan Minimal Rp.10.000.000,-sd Rp 30.000.000,- per Artikel Produk member BBI ( atau setara dengan 3 kali biaya membership)
  • Mengelola dan Mendapatkan 100 membership dengan produknya Terdisplay di Rak BBI Batam & Bandung
  • Menjadi Fasilitas Transit bagi semua anggota/member BBI-MarkNet- yang berkegiatan niaga ke Semenanjung melalui Batam
  • Partisipasi Expo 4 kali ( Kepulauan Riau/Batam, Malaysia, Singapura, Thailand)

Tatacara Menjadi Member BBI-MarkNet

  • 1. Mengisi Formulir Data Perusahaan dan Isian Info Produk ( Pendaftaran dapat juga secara Online Submit web bbi)
  • 2. Menyerahkan Minimal 2 Sample Produk Untuk dipromosikan pada Display di Rak BBI Batam dan Bandung
  • 3. Menyerahkan kontribusi Biaya Keanggotaan Rp 3.000.000,-/ artikel produk/tahun. Namun khusus bagi perusahaan anggota Kadin di Kota Bandung - selama masa promosi dan sepanjang mendapat subsidi hingga 100 artikel produk- kelak akan mendapat prospek pengembalian sejumlah subsidi Pemerinah Kota- Rp 2.000.000,-. Perusahaan lain umumnya - diluar Kota Bandung dan perusahaan Bandung selanjutnya Rp 3.000.000,-/articles/tahun.*)